0
Setelah 17 Tahun Menjadi Orang No 1 Di FIFA , Blatter Mengundurkan Diri Dari FIFA
Setelah 17 Tahun Menjadi Orang No 1 Di FIFA , Blatter Mengundurkan Diri Dari FIFA

Zurich ;
Setelah sekian lama sampai 17 tahun Sepp Blatter memimpin FIFA , Secara mengejutkan Sepp Blatter memberikan pernyataan yang tentu mengejutkan dunia, Blatter menyatakan untuk mundur dari kursi kepemimpinannya di FIFA, padahal Blatter sebelumnya sudah terpilih kembali menjadi Presiden FIFA. Terpilihnya pria asal Swiss ini berarti memebuat Blatter memimpin FIFA lima kali beruntun.

Terpilihnya Sepp Blatter kembali menjadi "Raja" di FIFA tak lepas dari isu isu miring yang menimpanya, baik itu isu korupsi, pencucian uang , dan penyuapan yang di lakukan agar dia kembali terpilih menjadi Presiden FIFA, muncul isu penyuapan ini beredar dari enam petinggi FIFA yang di ajukan pertanyaan terkait Blatter oleh pihak kepolisian Swiss. Pncaknya adalah ketika Blatter melakukan suap kepada tangan kanannya untuk menjadikan Afrika Selatan tuan rumah piala dunia pada 2010 silam.

Awal kepemimpinan Blatter adalah setelah menggantikan posisi Joao Havelange pada periode 1998, dan Blatter turun dari Presiden FIFA seminggu sebelum perayaan 17 tahun menjabat sebagai presiden FIFA. Data -data Blatter sebagai preseiden FIFA , sebagai berikut, Di kutip dari soccerway

Awal Karir Di FIFA

Masuk dan bergabung bersama FIFA pada tahun 1975 , Blatter mengawali karirnya dengan mendadi direktur teknik, kemudian karena bagusnya Blatter akhirnya membuat dia naik jabatan dan menjadi Sekretarti Jenderal di kepemimpinan Joao Havelange.

Era Bllater Di Mulai

17 tahun lamanya Blatter berkerja untuk Joao Haelange , akhirnya Blatter meneruskan jabatan Havelange tersebut, setelah mengalahkan Lennar Johanson , Lennar Johanson adalah mantan presiden UEFA, pada awalnya Johanson di gadang gadang akan menjadi pemenang dalam pemilihan tersebut, karena Blatter hanya menjadi anak bawang atau underdog dalam pemilihan presiden FIFA, namun tidak di sangka - sangka Blatter yang underdog mendapat suara lebih tinggi ketimbang Johanson , Blatter mendapatkan 111 suara , berbanding 80 suara milik Johanson, akhirnya Blatter resmi memimpin FIFA setelah Johanson mengundurkan diri dari pencalonan sebelum proses pemutusan presiden FIFA di lakukan.

Tuduhan Miring Menimpa Blatter

Walalupun Blatter terlepas dari tuduhan penyuapa pada awal pemilihan dirinya pada tahun 1998 , namun 3 tahun setelah itu , Hasil invetigasi FIFA . Blatter dinyatakan masuk dalam kasus kolaps-nya  partner sponsor FIFA. Dengan keras Blatter membantah bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus tersebut, akhirnya kasus tersebut pun tidak membuat Blatter turun .

Blatter Terpilih untuk yang kedua kalinya

Meski banyak yang menuntut bahwa Blatter masuk dalam tindakan kriminal, yang mana tuntutan tersebut datang dari 11 komite eksekutif , hal itu tak membuat Blatter turun suara, bahkan Blatter mengalahkan Calon asal Kamerun Issa Hayaou. Blatter mengalahkan Hayatou dengan suara telak merebut 135 suara dari 195 suara yang ada.

Bagi Bagi Jatah Tuan Rumah Piala Dunia

Pada saat kampanyenya Blatter memang menjanjikan akan membagi bagi jatah tuan rumah piala dunia untuk beberapa negara, akhirnya janji tersebut pun dia tepati dengan memberikan korea selatan dan jepang sebagai tuan rumah piala dunia tahun 2002, lalu Aprika Selatan pada tahun 2010 , kemudian memberikan hak tuan rumah piala dunia pada Qatar tahun 2022

Terpilih Menjadi Presiden FIFA Yang Ketiga Kalinya

Blatter kembali terpilih menjadi Presiden FIFA , berarti itu masa dia memimpin FIFA untuk ketiga kalinya, bahkan pada saat proses pemilihan tersebut , Blatter berkuasa di sisi suara, bahkan kandidat lain tidak memebrikan perlawanan yang berarti. Pada Periode yang ketiga kalinya , di sinilah mulainya citra Blatter menurun signifikan . Hal ini karena kontroversi Blatter memilih Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2018 dan 2022, tuduhan penyuapan dan juga kecurangan memilih tuan rumah Piala Dunia muncul , namun nyatanya tuduhan tersebut tidak menggoyahkan kursi Presiden FIFA yang dia duduki, bahkan Blatter makin eksis saja di sepakbola Dunia.

Investigasi yang di lakukan oleh Michael Garcia

Michael Garcia adalah anggota investigasi FIFA, melihat adannya kejanggalan pada saat pemilihan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah piala dunia, yang mana kejanggalan tersebut muncul karena voting suara untuk pemilihan Rusia dan Qatar tidak memenuhi ke absahan voting.

Tetapi apa yang di lakukan Michael Garcia ini tidak ada gunanya, di karenakan hasil investigasi yang di lakukannya tidak ia publikasikan , bahkan malah Michael Garcia mundur dari jabatannya di sebabkan protes komite etik FIFA. Memang publik pecinta sepakbola dunia saat itu saat ingin mendengarkan hasil investigasi yang di lakukan Michael Garcia.

Terpilih Yang Ke Empat Kalinya Secara Aklamasi

Penantang Blatter pada saat pemilihan tersebut adalah Mohammed Bin Hammam, namun pada saat itu Mohammed bin Hammam terkena kasus tuduhan suap saat proses kampanye sedang berlangsung, hal ini tentu membuat Blatter menjadi terpilih secara aklamasi, dan membuat Mohammed bin Hammam , pria asal Qatar itupun mengundurkan diri dari pencalonan Presiden FIFA.

Skandal Besar Mengguncang Kongres FIFA Tahun 2015

Tidak sampai 5 hari jelang bergulirnya kongres FIFA , Otoritas kepolisian Swiss menangkap 9 petinggi FIFA terkait korupsi dan penyuapan, penangkapan terhadap 9 petinggi FIFA ini di ajukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Tentu kasus ini mengguncangkan kongres FIFA pada tanggal 27 mei 2015.

Namun ternyata skandal tersebut tidak memberi pengaruh terhadap pemilihan Presiden FIFA pada saat itu, dan pada akhirnya Blatter kembali terpilih menjadi Presiden FIFA , meski dia mendapat tantangan dari Pangeran Ali Bin Al Hussein. Pangeran Ali Bin Al Hussein mengundurkan diri di karenakan sudah kalah pada proses pegumpulan suara pada putaran pertama.

Akhirnya, Mundur Dari FIFA

Terpilih kembali menjadi Presiden FIFA, Blatter berjanji akan memperbaiki kondisi internal FIFA , namun nyatanya 4 hari setelah terpilih Blatter secara mengejutkan mengundurkan diri dari Presiden FIFA. Pengumuman yang menyatakan bahwa dia mengundurkan diri dari Presiden FIFA di lakukan pada sabtu malam (2/6/2015) Blatter mengundurkan diri selang beberapa jam terkait tuduhan penyuapan Piala dunia tahun 2010 , dimana terpilihnya Aprika Selatan menjadi tuan rumah Piala Dunia pada saat itu.

Post a Comment

Kepada para pembaca yang budiman , setelah membaca konten silahkan beri saran dan komentar yang relevan . Pendapat dan komentar anda semua jauh lebih berharga bagi kami . Terima Kasih..